Baik, ini dia kisah Dracin yang kamu minta: **Kau Memegang Tanganku, Tapi Kau Sedang Menandatangani Akhir Kita** Bunga Mei mekar di tengah musim dingin, begitu kata orang-orang tentangku dulu. Cantik, rapuh, dan berharga. Dulu. Sebelum Lin Wei, pewaris kekaisaran bisnis Lin, datang dan memetikku dengan paksa. Dulu, sebelum aku tahu bahwa cintanya adalah sandiwara dan kekuasaannya adalah belati. Dunia terasa runtuh ketika aku mendapati dirinya berciuman dengan sahabatku, Wang Xin, di hari pernikahanku. Bukan hanya patah hati, tapi kehancuran total. Rumah tangga ayahku, bisnis keluargaku, reputasiku – semuanya luluh lantak karena permainan kotor Lin Wei. Dia mengangkatku tinggi-tinggi, hanya untuk menjatuhkanku lebih keras. Lima tahun berlalu. Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk abu kehancuran menjadi pupuk bagi *KEBANGKITAN*. Aku kembali, bukan lagi Bunga Mei yang rapuh, tapi *Ratu Es* yang dingin dan kalkulatif. Dengan nama samaran "Bunga Teratai", aku membangun kerajaan bisnis baru, menyaingi bahkan kekaisaran Lin. Caraku sederhana: Pelajari kelemahan musuh, gunakan kelebihanmu, hancurkan mereka secara perlahan, *tanpa amarah*. Lin Wei, tentu saja, tidak mengenaliku. Dia melihatku sebagai pesaing, sebuah tantangan, seorang wanita yang *mempesona*. Ironisnya, dia mendekatiku, memujaku, mencoba menaklukkanku sekali lagi. Sentuhannya masih membuat jantungku berdebar, tapi kali ini bukan karena cinta, melainkan karena dendam. Setiap kali dia memegang tanganku, aku merasakan geliat jijik, tapi aku membalas genggamannya, tersenyum manis, dan memastikan dia tidak melihat kilatan *KEMATIAN* di mataku. Dia pikir dia memegang hatiku, padahal dia sedang memegang bom waktu. Aku bermain dalam permainannya. Aku biarkan dia percaya bahwa aku terpikat. Aku biarkan dia membocorkan rahasia perusahaannya, rencana bisnisnya, bahkan kelemahannya. Malam ini, dia menggenggam tanganku di balkon rumahnya, memandangi gemerlap kota yang sebentar lagi akan menjadi saksi kehancurannya. Di tangannya yang lain, dia memegang pena, siap menandatangani perjanjian kerjasama yang akan menguntungkan bisnisku secara besar-besaran. "Bunga Teratai," bisiknya, matanya berbinar penuh nafsu. "Kau tahu, kau sangat berbeda dari Mei yang dulu. Lebih kuat, lebih independen, lebih... *MENGGIURKAN*." Aku tersenyum, senyum yang tidak mencapai mataku. "Orang berubah, Lin Wei. Terutama setelah pengalaman yang... *MENYAKITKAN*." Dia tertawa, tidak menyadari arti sebenarnya dari kata-kataku. Dia membubuhkan tanda tangannya di dokumen itu. Saat pena menyentuh kertas, aku tahu ini adalah klimaks dari rencana balas dendamku. Perjanjian ini akan melucuti kekuasaannya, menghancurkan bisnisnya, dan membawanya berlutut di hadapanku. "Terima kasih," bisikku, suara sedingin es. "Kau baru saja menandatangani *AKHIRMU*." Wajahnya pucat pasi. Dia mencoba merebut kembali dokumen itu, tapi sudah terlambat. Aku melepaskan diri dari genggamannya dan menghilang ke dalam kegelapan malam. Keesokan harinya, berita tentang kebangkrutan Lin Group tersebar bagai api. Wang Xin, yang kini menjadi istrinya, meninggalkannya, membawa serta sisa-sisa harga dirinya. Dia kehilangan segalanya. Aku menyaksikan kehancurannya dari kejauhan, tanpa penyesalan. Dendamku telah terbalaskan, bukan dengan amarah, melainkan dengan ketenangan yang *MEMATIKAN*. Aku memandang diriku di cermin. Riasan wajahku sempurna, gaunku menjuntai anggun, dan mata ku memancarkan kekuatan yang baru. Dia mengambil mahkotaku dulu, tapi sekarang... *Aku tidak memerlukannya lagi.*
You Might Also Like: 5 Rahasia Tafsir Melihat Tupai Ternyata
0 Comments: