Senyum yang Mengantarku ke Penyesalan Aroma mei hua menyeruak dari taman rahasia, menusuk indra penciumanku. Di sini, di Kota Terlarang m...

Endingnya Gini! Senyum Yang Mengantarku Ke Penyesalan Endingnya Gini! Senyum Yang Mengantarku Ke Penyesalan

Endingnya Gini! Senyum Yang Mengantarku Ke Penyesalan

Endingnya Gini! Senyum Yang Mengantarku Ke Penyesalan

Senyum yang Mengantarku ke Penyesalan

Aroma mei hua menyeruak dari taman rahasia, menusuk indra penciumanku. Di sini, di Kota Terlarang modern, aku merasa ditarik kembali ke masa lalu. Masa lalu yang bukan milikku, namun terasa begitu...familiar. Namaku Lin Yue, seorang desainer interior muda yang sedang mengerjakan proyek restorasi sebuah pavilion kuno. Tapi di balik tumpukan sketsa dan katalog warna, ingatan-ingatan MENGGELISAHKAN menyelinap masuk.

Aku melihat wajah seorang wanita dalam gaun sutra berwarna azure. Dia adalah Permaisuri Xian, di sanalah ingatan itu membawaku. Dia cantik, anggun, dan...dikucilkan. Semua karena senyum itu. Senyum manis yang selalu ia berikan pada Kaisar, senyum yang membuat para selir iri, senyum yang…mengantarkannya pada kematian.

Setiap hari, ingatan itu semakin jelas. Aroma dupa cendana, suara kecapi yang memilukan, dan wajah-wajah yang dulu menjadi saksi bisu pengkhianatan. Aku ingat Selir Shu, wanita dengan kecantikan yang dingin dan ambisi membara. Dialah dalang semua ini.

Di kehidupanku sekarang, aku bertemu dengannya lagi. Dia adalah Sophia Zhang, pemilik galeri seni yang memesan jasaku. Senyumnya sama, manis namun menyimpan racun. Instingku berteriak BAHAYA! Namun, aku tidak bisa menghindar. Takdir telah mempertemukan kami kembali.

Saat makan malam bisnis, aku melihat foto dirinya dan suaminya, seorang pengusaha kaya raya bernama Li Wei. Jantungku berdegup kencang. Li Wei… wajahnya terlalu familiar. Rasa sakit yang menusuk dada membangkitkan ingatan tentang seorang Jenderal gagah berani yang mencintai Permaisuri Xian tanpa syarat. Jenderal yang dihukum mati karena fitnah Selir Shu.

Aku tahu apa yang harus kulakukan. Bukan dengan racun atau pedang, melainkan dengan KEBENARAN. Aku mengumpulkan bukti-bukti digital yang mengungkap kebobrokan bisnis Sophia. Aku menyebarkannya secara anonim. Dalam hitungan hari, imperium Sophia runtuh. Li Wei menceraikannya. Dia kehilangan segalanya, termasuk senyumnya.

Aku melihat Sophia untuk terakhir kalinya di pelelangan amal, matanya kosong dan hampa. Dia menatapku, seolah mengenaliku. Mungkin, di lubuk hatinya yang terdalam, dia mengingat semuanya.

Aku membalas tatapannya dengan senyum tipis. Bukan senyum yang manis, melainkan senyum pembalasan.

Dia tidak akan mati, dia tidak akan menderita secara fisik. Tapi dia akan hidup dengan beban masa lalu, dengan penyesalan abadi.

Kini, aku bebas. Bebas dari dendam, bebas dari ingatan yang menghantui. Namun, ada satu pertanyaan yang masih menggantung di benakku. Pertanyaan tentang Jenderal Li Wei, tentang cinta kami yang dipenggal di masa lalu. Mungkinkah, di kehidupan selanjutnya, kita akan bertemu dan menyelesaikan kisah kita yang tertunda…

Seribu tahun kemudian, aku akan menemuimu lagi, dan kita akan memulai dari awal…

You Might Also Like: Distributor Skincare Reseller Dropship

0 Comments: